INFO HARI INI ::::::...:::MOHON BERHATI-HATI TERHADAP PIHAK YANG SENGAJA MEMANPAATKAN NAMA DEKOPINDA KOTA BANDUNG, DENGAN TUJUAN MEMUNGUT DANA IURAN APAPUN DENGAN ATAU TANPA SURAT TUGAS, HARAP HUBUNGI TERLEBIHDAHULU KANTOR SEKRETARIAT DEKOPINDA KOTA BANDUNG TELP: 022-7300321 :::..:::KAMI SIAP MELAKUKAN KERJASAMA IMPLEMENTASI / PENERAPAN SISTEM KOMPUTERISASI PADA UNIT SIMPAN PINJAM DAN WASERDA / TOKO KOPERASI ANDA, DENGAN PERINSIF MURAH, MUDAH, CEPAT, TEPAT, AKURAT DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE DAN HARDWARE BERKUALITAS:::...:::SUPPORT/DUKUNGAN KAMI: KONSULTASI - SETTING INSTALLASI - PELATIHAN - PENDAMPINGAN - SIMULASI DAN GARANSI:::...:::JIKA ANDA BERMINAT SILAHKAN HUBUNGI KAMI SEGERA DI: HP. 081 573 063 493 PIN BB: 520 717 2D WHATSAPP: 081 573 063 493 REQUES BY E-MAIL: jaelani.hbm@gmail.com:::...

Sabtu, 16 Februari 2013

Denyut Asa 7 Kawasan Bisnis Kota Bandung


Bandung memiliki 7 Kawasan industri dan perdagangan yang berpotensi menjadi pusat bisnis sekaligus tempat wisata industri berkelas internasional di masa yang akan datang. Pemerintah setempat bersama pelbagai pihak tengah bahu membahu mewujudkannya. Seperti apakah potensi ketujuh kawasan itu?

Bandung lautan api. Itu dulu. Kini, semangat membakar Kota Bandung agar tak dikuasi penjajah kolonial itu telah berubah menjadi semangat membakar gairah ekonomi kota Bandung untuk mewujudkannya sebagai lautan rupiah. Impian ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, kota ini memiliki beragam potensi, baik dari sektor industri, perdagangan, pariwisata dan juga jasa.


Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Bandung juga dikenal dengan peran dan fungsinya sebagai Pusat Pemerintahan, Kota Pendidikan, Kota Industri Kreatif, Kota Pelayanan Jasa/Perdagangan, Kota Tujuan Wisata, dan Kota Budaya. Maka, tak mengherankan pula bila perkembangan dan perubahan kota yang telah menginjak umurnya yang ke-201 tahun ini pun sangat pesat.

Untuk diketahui, kota dengan luas 167,67 km2 ini berpenduduk 2.457.686  jiwa (Data BPS tahun 2010) memiliki potensi perekonomian luar biasa.  Ia memiliki potensi-potensi industri dan perdagangan yang cukup potensial untuk ditumbuh kembangkan agar lebih optimal sebagai sumber kesejahteraan rakyat.

Ketujuh kawasan itu adalah; 1)  Sentra Industri Sepatu Cibaduyut yang mempunyai keunggulan dalam pembuatan sepatu dengan teknik “HAND MADE” yang harus tetap dipertahankan. 2) Sentra Industri Rajut Binong Jati dengan capaian omzet rata-rata/hari  600 – 800 juta rupiah. 3) Sentra  Kaos dan Sablon Suci dengan jangkauan pasar yang luas dan  dikenal diseluruh kota di Indonesia. 4) Sentra Perdagangan Jeans Cihampelas yang terkenal dengan model-modelnya yang selalu up to date. 5) Sentra Tekstil dan Produk Tekstil Cigondewah yang  memiliki daya tarik pada harga jualnya yang relatif murah. 6) Sentra Tahu dan Tempe Cibuntu yang  memiliki rasa yang khas dan berbeda dengan tahu dari daerah-daerah lain. 7) Sentra Boneka Sukamulya yang mempunyai keunggulan kualitas dan harga yang bersaing.

Menurut Hani Nurrosjani, Kepala Bidang Industri Disperindag Kota bandung, ketujuh kawasan ini tengah dikembangkan secara serius oleh Pemerintah setempat dengan mensinergikan seluruh program dari pihak-pihak yang terkait. Untuk Diperindag misalnya, selama ini terus aktif memberikan kegiatan pelatihan peningkatan mutu produk, manajemen promosi dan pemasaran serta pembinaan berkelanjutan terkait dengan tren dan perkembangan yang terjadi di luar.

Apa yang dilakukan Disperindag Bandung sejalan dengan domain dan kebijakan yang diambil oleh Kementerian Perdagangan, yakni lebih fokus kepadan upaya meningkatkan kompetensi  para  UKM, baik dalam produksi, promosi dan pemasarannya. “Ke depannya, kami berharap UKM tidak hanya memiliki kemampuan dan keunggulan dalam produksi saja,  tapi mereka juga bisa membaca kebutuhan pasar berapa dan harga yang layak berapa. Untuk itu, dalam pembinaan UKM ini kita isi dengan berbagai materi pelatihan yang mendukung hal itu. Dan kami pun terus memfasilitasi mereka  dengan pameran-pameran,” tutur Dirjen PDN Gunaryo kepada Info PDN di kantornya 19 Maret lalu .

Perhatian dan tindakan nyata pemerintah tersebut diakui oleh para pelaku UKM di 7 sentra industri dan dagang di kota Bandung ini.  “Perhatian pemerntah kepada UKM di 7 kawasan ini sudah  banyak. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah,” ujar H. Marnawie Munamah, pedagang dan sekaligus  koordinator koperasi pengrajin sentra kaos dan sepanduk Suci.

Menurut H Marnawie,  selama ini Kemendag telah banyak melakukan pembinaan, baik melalui pelatihan, pameran-pameran dan pertemuan dengan pengusa-pengusaha besar.  Bahkan, kata Marnawie, pelatihan-pelatihan untuk peningkatan dan pengembangan SDM UKM yang dilakukan pemerintah selama ini sudah cukup baik. “Kami mendapatkan pelatihan tentang bagaimana mendisain produk ini supaya daya jualnya lebih tinggi dan sestem pemasarannya. Alhamdulillah, berkat itu semua  order kita bisa lebih banyak,” tutur Marnawie.

Tantangan dan kendala

Soal masa depan 7 kawasan bisnis itu, Disperindag Bandung pun sangat optimis bakal terwujud sebagai pusat industri dan bisnis berkelas internasional.  Apalagi, berbagai upaya pembinaan SDM telah mereka upayakan. “Kami bertekad menjadikan 7 kawasan ini sebagai pusat perdagangan dan pusat industry, sehingga ke depannya benar-benar bisa menjadi ikon ekonomi dan sekaligus budaya Kota Bandung,” tuturnya kepada Info PDN saat mengantar kami melakukan kunjungan ke 7 kawasan tersebut, pada pertengahan bulan Maret 2012 lalu. Bahkan, dalam waktu dekat Disperindag berencana akan membangun Unit Pelayanan Promosi (UPP)  di tiap sentra.

Namun, menurut Hani masih ada sejumlah kendala dan tantangan yang harus diselesaikan untuk mewujudkan impian tersebut, terutama dalam persoalan infrastruktur.  Hal serupa diungkapkan oleh Ina Primiana, Guru besar FEB, Unpad. Menurutnya,  ada beberapa yang hal yang harus dilakukan untuk mendukung program  tersebut, yaitu menyediakan kemudahan  akses /connectivity dan infrastruktur sejak wisatawan  masuk kota Bandung, membangun kekhasan lokasi dan membuat wisatawan tertarik datang ke lokasi bekerjasama dengan komunitas kreatif, dan bekerjasama untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menjadikan repeat customer

“Untuk mengembangkan 7 kawasan sebagai Pusat Bisnis harus fokus dan merupakan satu kesatuan, agar wisatawan datang tidak hanya di satu tempat , tetapi ke beberapa tempat, menumbuh kembangkan semua kawasan. Strateginya jangan wisatawan  hanya datang ke satu tempat dan semua sudah didapat. Biarkan mereka lebih lama di kota Bandung,” imbuhnya pada  saat menyampaikan makalahnya dalam Seminar Pengembangan 7 kawasan Kota Bandung dalam Era Liberalisasi Perdagangan , Bandung, 24 November 2011 lalu. (Ccp/Ags/AMF)


Sumber :  http://sentraindustribandung.com

0 komentar:

Posting Komentar

Sampaikan Komentar Anda Untuk Mengoreksi Artikel Yang di Baca, Sebagai Masukan Bagi Kami Untuk Meningkatkan Kualitas Tulisan.

MAP LOKASI DEKOPINDA KOTA BANDUNG

hosting terbaik